Aku benci politik...
Aku berharap aku bisa belajar di tempat ini. Aku besar di tempat ini dan aku mengerti banyak hal di tempat ini. Aku mulai menyayangi semua yang ada disini. Semakin aku dewasa, aku tahu bahwa "tak ada yang abadi di dunia ini". Rasa senangku akan duniaku seakan sirna karenanya... Kau tau kenapa? karena politik.. Duniaku yang kecil, duniaku yang manis, duniaku yang indah telah hilang.
Politik itu busuk. Politik itu kejam. Semua penuh dengan kebohongan, kebencian, dusta dan fitnah. Teman bisa menjadi lawan, teman bisa saling menjatuhkan, teman bisa saling membunuh agar ia duduk di atas Kursi Politik dengan rasa "aman". Ketakutan untuk disaingi, ketakutan untuk kalah, ketakutan untuk tidak berwibawa lagi menjadi alasan utama. Sungguh benar2 engkau seorang yang bagiku adalah picik dan licik. Engkau mengatasnamakan anak buah untuk menutupi ketakutanmu.
Tapi aku...aku seperti diterka dari belakang.. Aku seperti dijatuhkan dari bukit yang paling tinggi. Akhirnya rasaku sudah hilang..dan aku ingin pergi dari duniaku. Ada yang menahanku untuk pergi dari sini, entah apa.. Mungkin rasa cintaku terhadap duniaku. Aku seolah ada di sini tetapi bukan hatiku.. dan aku mulai pergi...
Duniaku...setelah sekian lama aku pergi. Adakah engkau mengingatku? Paling tidak aku adalah orang yang selalu menyayangimu. Tapi ketika engkau tak berdaya seperti sekarang ini..aku hanya bisa memandang. Aku merasa bersalah kepadamu, kenapa dulu aku pergi sebelum aku berusaha lagi.
Duniaku...ingatlah kita punya cara kita sendiri untuk maju, tetaplah menjadi engkau. Karena engkau tetaplah jadi engkau, tak pernah menyerah pada keadaan, jadilah bukan mahasiswa biasa. Duniaku...pilihlah yang terbaik diantara yang baik. Jangan pernah tertutup oleh segala sesuatu yang "mudah". seolah-olah kemudahan itu justru akan menjadikanmu bodoh, menjadikanmu tidak mau belajar, menjerumuskanmu ke dalam jurang ke-egoanmu. Janganlah menganggap semua-nya sulit, karena semua pasti ada jalan-nya. Duniaku..selamat berjuang..selamat belajar.. I love you..
Aku berharap aku bisa belajar di tempat ini. Aku besar di tempat ini dan aku mengerti banyak hal di tempat ini. Aku mulai menyayangi semua yang ada disini. Semakin aku dewasa, aku tahu bahwa "tak ada yang abadi di dunia ini". Rasa senangku akan duniaku seakan sirna karenanya... Kau tau kenapa? karena politik.. Duniaku yang kecil, duniaku yang manis, duniaku yang indah telah hilang.
Politik itu busuk. Politik itu kejam. Semua penuh dengan kebohongan, kebencian, dusta dan fitnah. Teman bisa menjadi lawan, teman bisa saling menjatuhkan, teman bisa saling membunuh agar ia duduk di atas Kursi Politik dengan rasa "aman". Ketakutan untuk disaingi, ketakutan untuk kalah, ketakutan untuk tidak berwibawa lagi menjadi alasan utama. Sungguh benar2 engkau seorang yang bagiku adalah picik dan licik. Engkau mengatasnamakan anak buah untuk menutupi ketakutanmu.
Tapi aku...aku seperti diterka dari belakang.. Aku seperti dijatuhkan dari bukit yang paling tinggi. Akhirnya rasaku sudah hilang..dan aku ingin pergi dari duniaku. Ada yang menahanku untuk pergi dari sini, entah apa.. Mungkin rasa cintaku terhadap duniaku. Aku seolah ada di sini tetapi bukan hatiku.. dan aku mulai pergi...
Duniaku...setelah sekian lama aku pergi. Adakah engkau mengingatku? Paling tidak aku adalah orang yang selalu menyayangimu. Tapi ketika engkau tak berdaya seperti sekarang ini..aku hanya bisa memandang. Aku merasa bersalah kepadamu, kenapa dulu aku pergi sebelum aku berusaha lagi.
Duniaku...ingatlah kita punya cara kita sendiri untuk maju, tetaplah menjadi engkau. Karena engkau tetaplah jadi engkau, tak pernah menyerah pada keadaan, jadilah bukan mahasiswa biasa. Duniaku...pilihlah yang terbaik diantara yang baik. Jangan pernah tertutup oleh segala sesuatu yang "mudah". seolah-olah kemudahan itu justru akan menjadikanmu bodoh, menjadikanmu tidak mau belajar, menjerumuskanmu ke dalam jurang ke-egoanmu. Janganlah menganggap semua-nya sulit, karena semua pasti ada jalan-nya. Duniaku..selamat berjuang..selamat belajar.. I love you..

BerPOLITIK merupakan sebuah Pendewasaan dalam Kehidupan yang Sebenrnya
BalasHapus