Selasa, 16 Desember 2008

Nomor Urut Partai Politik Peserta Pemilu 2009

Komisi Pemilihan Umum (KPU), Rabu (9/7/2008) di Jakarta, melakukan undian nomor urut partai politik untuk Pemilu 2009. Undian itu dihadiri dan dilakukan para pimpinan partai. Berikut ini urutannya:

1. Partai Hati Nurani Rakyat
2. Partai Karya Peduli Bangsa
3. Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia
4. Partai Peduli Rakyat Nasional
5. Partai Gerakan Indonesia Raya
6. Partai Barisan Nasional
7. Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia
8. Partai Keadilan Sejahtera
9. Partai Amanat Nasional
10. Partai Perjuangan Indonesia Baru
11. Partai Kedaulatan
12. Partai Persatuan Daerah
13. Partai Kebangkitan Bangsa
14. Partai Pemuda Indonesia
15. Partai Nasional Indonesia Marhaenisme
16. Partai Demokrasi Pembaruan
17. Partai Karya Perjuangan
18. Partai Matahari Bangsa
19 Partai Penegak Demokrasi Indonesia
20. Partai Demokrasi Kebangsaan
21. Partai Republika Nusantara
22. Partai Pelopor
23. Partai Golongan Karya
24. Partai Persatuan Pembangunan
25. Partai Damai Sejahtera
26. Partai Nasional Benteng Kerakyatan Indonesia
27. Partai Bulan Bintang
28. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
29. Partai Bintang Reformasi
30. Partai Patriot
31. Partai Demokrat
32. Partai Kasih Demokrasi Indonesia
33. Partai Indonesia Sejahtera
34. Partai Kebangkitan Nasional Ulama.

Sumber : pemiluindonesia.com on September 19th, 2008

Pemilu Presiden dan Wapres 2009

ISTILAH PEMILU

Pemilihan umum (pemilu) adalah suatu proses di mana para pemilih memilih orang-orang untuk mengisi jabatan-jabatan politik tertentu. Jabatan-jabatan yang dimaksud disini beraneka-ragam, mulai dari Presiden dan wakil presiden, wakil rakyat di pelbagai tingkat pemerintahan dari pusat sampai daerah. Pada konteks yang lebih luas, Pemilu dapat juga berarti proses mengisi jabatan-jabatan seperti ketua OSIS atau ketua kelas, walaupun untuk ini kata 'pemilihan' lebih sering digunakan. (Wikipedia bahasa Indonesia)

Pemilihan umum (pemilu) di Indonesia pada awalnya ditujukan untuk memilih anggota lembaga perwakilan, yaitu DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota. Setelah amandemen keempat UUD 1945 pada 2002, pemilihan presiden dan wakil presiden (pilpres), yang semula dilakukan oleh MPR, disepakati untuk dilakukan langsung oleh rakyat sehingga pilpres pun dimasukkan ke dalam rezim pemilu. Pilpres sebagai bagian dari pemilu diadakan pertama kali pada Pemilu 2004. Pada 2007, berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007, pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah (pilkada) juga dimasukkan sebagai bagian dari rezim pemilu. Di tengah masyarakat, istilah "pemilu" lebih sering merujuk kepada pemilu legislatif dan pemilu presiden dan wakil presiden yang diadakan setiap 5 tahun sekali.

PROGRAM KEGIATAN

A. TAHAP PERSIAPAN

  1. Finalisasi peraturan penyelenggaraan 1 Jan-31 Mar 2009 pemilu presiden dan wapres
  2. Sosialisasi informasi/ pendidikan pemilih 1 Mar-30 Juni 2009 kepada masyarakat
  3. Simulasi pengolahan data dan pengitungan 1 Mei-30 Juni 2009 suara secara manual dan elektronik di tingkat TPS
  4. Rapat kerja/ Teknis KPU dan Tim/Pokja 1 Jan-8 Okt 2009 pembina pemilu luar negeri
  5. Rapat kerja/teknis dan konsultasi regional 1 Jan-8 Okt 2009 KPU, KPU Propinsi,dan KPU kabupaten/kota

B. TAHAPAN PELAKSANAAN

1. Sosialisasi tahapan dan informasi pemilu 5 Apr-16 Sep 2009

2. Penyerahan DP4 dari pemerintah 9 April 2009

3. Pemutakhiran dan penyusunan daftar pemilih 10 Apr-5 Juli 2009

4. Pencalonan 6-30 Mei 2009

5. Pengadaan dan pendistribusian 16 Mar-21 Juni 2009 perlengkapan pemilu presiden dan wapres

6. Kampanye 1 Juni-5 Juli 2009

7. Tahapan Pemungutan suara dan pengitungan suara

v Persiapan menjelang pemungutan suara 3 Mei-4 Juli 2009

v Pemungutan suara dan pengitungan suara 6 Juli 2009 oleh KPPS/KPPSLN

8. Penetapan dan pengumuman hasil pemilu tahap I 27 Juli 2009 secara nasional

9. Pencetakan dan pendistribusian perlengkapan 29 Juli-10 Sept 2009
pemilu tahap II

10. Kampanye Tahap II (penajaman visi, misi, dan 14-16 Sept 2009
program)

11. Pemungutan suara dan pengitungan suara tahap II

v Persiapan menjelang pemungutan suara 1-20 Sept 2009

v Pemungutan suara dan pengitungan suara 21 Sept 2009

12. Penetapan dan pengumuman hasil pemilu 9-10 Okt 2009
tahap II secara nasional

13. Pelantikan dan sumpah janji Presiden dan Wapres 20 Oktober 2009
dipandu oleh Ketua MA

14. Laporan KPU Kab/Kota dan KPU Provinsi ke KPU 1-30 Nop 2009

15. Laporan KPU pada DPR dan Presiden 1-30 Nop 2009

16. Laporan pertanggungjawaban anggaran 1 Nop-30 Des 2009
Pemilu 2009

Sumber:Pokok-Pokok Penjelasan Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi II DPR RI tanggal 8 September 2008

Mutiara Kata 1 (Paulo Freire)

Paulo Freire "Seseorang yang mengaku bersekutu dengan RAKYAT tapi dirinya tidak pernah bersentuhan dengan RAKYAT, maka itu adalah pembodohan yang menyedihkan"

Jumat, 12 Desember 2008

Laki-Laki Sejati

Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari
bahunya yang kekar, tetapi dari kasih
sayangnya pada orang disekitarnya....

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari
suaranya yang lantang, tetapi dari
kelembutannya mengatakan kebenaran.....

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari
jumlah sahabat di sekitarnya, tetapi
dari sikap bersahabatnya pada generasi
muda bangsa ...

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari
bagaimana dia di hormati ditempat
bekerja, tetapi bagaimana dia dihormati
didalam rumah...

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari
kerasnya pukulan, tetapi dari sikap
bijaknya memahami persoalan...

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari
dadanya yang bidang, tetapi dari hati
yang ada dibalik itu...

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari
banyaknya wanita yang memuja, tetapi
komitmennya terhadap wanita yang
dicintainya...

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari
jumlah barbel yang dibebankan, tetapi
dari tabahnya dia menghadapi lika-liku
kehidupan...

Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari
kerasnya membaca kitab suci-Nya, tetapi
dari konsistennya dia menjalankan apa
yang ia baca...

(dari seorang sahabat)

Sajak tentang Cinta

Bila telapak tanganmu berkeringat,
hatimu DAG DIG DUG, suaramu bagai
tersangkut di tenggorokan, itu bukan
cinta, tapi SUKA.


Bila tanganmu tak dapat berhenti
memegang dan menyentuhnya, itu bukan
cinta,tapi BERAHI.

Bila kamu menginginkannya karena tau ia
akan selalu di sampingmu, itu bukan
cinta, tapi KESEPIAN.

Bila kamu menerima pernyataan cintanya
karena kamu tak mau menyakitinya, itu
bukan cinta, tapi KASIHAN.

Bila kamu bersedia memberikan yang kamu
sukai demi dia, itu bukan cinta,tapi
KEMURAHAN HATI.

Bila kamu bangga dan selalu ingin
memamerkannya pada semua orang, itu
bukan cinta, tapi KEMUJURAN.

Bila kamu mengatakan padanya, bahwa ia
adalah satu satunya hal yang kamu
pikirkan, itu bukan cinta, tetapi GOMBAL.

Kamu mencintainya,
ketika kamu menerima kesalahan dia,
karena itu adalah bagian dari
kepribadiannya, ketika kamu rela
memberikan hatimu, kehidupanmu, bahkan
kematianmu.
Ketika hatimu tercabik bila ia sedih,
dan berbunga bia ia bahagia.
Ketika kamu menangis untuk kepedihannya,
biarpun ia cukup tegar menghadapinya.
Ketika kamu tertarik pada orang lain,
tetapi kamu masih setia bersamanya.

CINTA adalah pengorbanan, mencintai
berarti memberi diri.
CINTA adalah kematian atas egoisme dan
egosentrisme.
Kadang itu menyakitkan, tetapi itulah
harga yang harus dibayar untuk sebuah CINTA.

(dari seorang sahabat)

Belajar dari Sejarah: Evaluasi Kritis atas Aktivis Mahasiswa


Mahasiswa dalam sejarahnya selalu memegang posisi penting, baik yang terkait dengan perubahan sosial, budaya sampai pada perubahan tatanan politik suatu negara. Di Spanyol, gerakan mahasiswa mempelopori terjadinya Revolusi Spanyol tahun 1930-an. Di Argentina, demontrasi dan gerakan mahasiswa memainkan peranan penting dalam penggulingan Peron. Di Indonesia., mahasiswa mampu menjadi pelopor utama dalam berbagai perubahan sosial, politik dan ekonomi. Misalnya saja, Gerakan Mahasiswa tahun 60-an melahirkan Orde Baru, tahun 70-an Gerakan Mahsiswa mampu mempengaruhi kebijakan ekonomi negara, tahun 1998 Gerakan Mahasiswa memunculkan Gerakan Reformasi.

Gerakan mahasiswa dalam menyalurkan aspirasinya cenderung melakukannya melalui protes. Berbeda dengan pola umum yang biasa dilakukan dalam kelembagaan demokrasi yang menyalurkan aspirasinya melalui lembaga politik. Gerakan protes ini merupakan alternatif gerakan yang dilakukan sebagai budaya tandingan dari simbol minoritas. Ketidaksesuaian antara kenyataan sosial dengan sistem tatanan sosial yang ada menjadi pendorong aksi protes.

Sudah selayaknya mahasiswa yang konon adalah kaum intelektual dengan segudang ideologi yang mereka miliki menyumbangkan pikirannya untuk perubahan. Entah itu dalam bentuk aksi protes ataupun sejenisnya. Tapi perlu menjadi catatan bahwa perubahan yang dilakukan dari kondisi bersama untuk kondisi bersama yang lebih baik, bukan untuk golongan tertentu saja.

Ada sebuah pertanyaan besar ketika menengok kepeloporan gerakan mahasiswa dalam melakukan pembaharuan yang terjadi di negara kita. Apakah gerakan mahasiswa sudah menempatkan pembaharuan tersebut sebagai implikasi dari idealisme gerakan mahasiswa ataukah justru pemanfaatan gerakan mahasiswa untuk kepentingan politik yang pragmatis? Jika kita lihat alur perubahan yang terjadi, gerakan mahasiswa selalu dimanfaatkan oleh kekuatan politik untuk kepentingan kekuasaan. Perubahan pada tahun 1966 dipelopori mahasiswa dengan bantuan tentara menurunkan Soekarno dari tampuk kekuasaan dan menaikan Soeharto dari kelompok militer sebagai pemegang kekuasaan yang baru. Pemilu tahun 1991, giliran para teknorat yang naik ke pusat kekuasaan. Gerakan Protes tahun 77-80-an giliran membawa para cendikiawandan profesional duduk di tampuk kekuasaan. Tahun 1998, gerakan protes mahasiswa menempatkan para petualang politik pada pusat kekuasaan.

Dalam rentang waktu tersebut, perubahan yang dibawa gerakan mahasiswa tidak mampu membawa perbaikan sosial yang berkesinambungan. Harga barang dan kebutuhan pokok masyarakat melaju tinggi, tarif dasar listrik, BBM dan biaya pendidikan tak terbendung lagi. Kesalahan yang dicatat mahasiswa, mereka menurunkan pucuk pimpinannya tapi tidak merubah sistem yang ada didalamnya.

Melihat sejarah gerakan mahasiswa tempo lalu, harusnya aktivis mahasiswa dikampus bisa belajar banyak. Mereka tak perlu bekerjasama dengan pihak-pihak terkait, apalagi mengatas namakan golongan tertentu. Memasukkan idealisme yang dianut dan menukarnya dengan pelegalan kebijakan yang memberatkan mahasiswa. Gerakan protes menentang kebijakan birokrat yang dilakukan seolah tidak berarti, ketika pimpinan tertinggi diatasnya dengan para birokrat telah melakukan perjanjian jual-beli. Gerakan protes tersebut seolah hanya formalitas dan topeng belaka, tanpa bisa merubah kebijakan yang telah diketok palu. Sementara dibalik hal tersebut, terjalin hubungan mesra antara aktivis dengan birokrat. Akhirnya, mahasiswalah yang merasa rugi dengan adanya kebijakan itu.

Harusnya ini menjadi PR bersama bagi aktivis mahasiswa, bahwa Aktivis mahasiswa tidak boleh pamrih dan tidak boleh memiliki vested interests. Aktivis mahasiswa harus tulus, seperti tokoh Shane dalam film koboi. Shane datang kesuatu kecil yang penuh bandit yang kejam, dan berhasil menghabisi bandit-bandit tersebut. Tapi ketika ia diminta oleh para penduduk kota yang diselamatkan untuk menjadi sherif di kota itu, ia menolak. Shane lalu begitu saja.

^ Welcome ^

- Selamat Datang di Blog Princesathena -