Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 Desember 2008

Laki-Laki Sejati

Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari
bahunya yang kekar, tetapi dari kasih
sayangnya pada orang disekitarnya....

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari
suaranya yang lantang, tetapi dari
kelembutannya mengatakan kebenaran.....

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari
jumlah sahabat di sekitarnya, tetapi
dari sikap bersahabatnya pada generasi
muda bangsa ...

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari
bagaimana dia di hormati ditempat
bekerja, tetapi bagaimana dia dihormati
didalam rumah...

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari
kerasnya pukulan, tetapi dari sikap
bijaknya memahami persoalan...

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari
dadanya yang bidang, tetapi dari hati
yang ada dibalik itu...

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari
banyaknya wanita yang memuja, tetapi
komitmennya terhadap wanita yang
dicintainya...

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari
jumlah barbel yang dibebankan, tetapi
dari tabahnya dia menghadapi lika-liku
kehidupan...

Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari
kerasnya membaca kitab suci-Nya, tetapi
dari konsistennya dia menjalankan apa
yang ia baca...

(dari seorang sahabat)

Sajak tentang Cinta

Bila telapak tanganmu berkeringat,
hatimu DAG DIG DUG, suaramu bagai
tersangkut di tenggorokan, itu bukan
cinta, tapi SUKA.


Bila tanganmu tak dapat berhenti
memegang dan menyentuhnya, itu bukan
cinta,tapi BERAHI.

Bila kamu menginginkannya karena tau ia
akan selalu di sampingmu, itu bukan
cinta, tapi KESEPIAN.

Bila kamu menerima pernyataan cintanya
karena kamu tak mau menyakitinya, itu
bukan cinta, tapi KASIHAN.

Bila kamu bersedia memberikan yang kamu
sukai demi dia, itu bukan cinta,tapi
KEMURAHAN HATI.

Bila kamu bangga dan selalu ingin
memamerkannya pada semua orang, itu
bukan cinta, tapi KEMUJURAN.

Bila kamu mengatakan padanya, bahwa ia
adalah satu satunya hal yang kamu
pikirkan, itu bukan cinta, tetapi GOMBAL.

Kamu mencintainya,
ketika kamu menerima kesalahan dia,
karena itu adalah bagian dari
kepribadiannya, ketika kamu rela
memberikan hatimu, kehidupanmu, bahkan
kematianmu.
Ketika hatimu tercabik bila ia sedih,
dan berbunga bia ia bahagia.
Ketika kamu menangis untuk kepedihannya,
biarpun ia cukup tegar menghadapinya.
Ketika kamu tertarik pada orang lain,
tetapi kamu masih setia bersamanya.

CINTA adalah pengorbanan, mencintai
berarti memberi diri.
CINTA adalah kematian atas egoisme dan
egosentrisme.
Kadang itu menyakitkan, tetapi itulah
harga yang harus dibayar untuk sebuah CINTA.

(dari seorang sahabat)